Terapi Hipnotis yang Aman Cepat dan Efektif

Sekarang anda telah tahu definisi terapi hipnotis atau  hipnosis dengan benar, saya akan sedikit membahas tentang persepsi-persepsi salah yang sering beredar di masyarakat tentang hipnosis.

1.Hipnosis menggunakan ilmu hitam / black magic / sihir / jin / dll

Ini adalah persepsi yang paling sering muncul, dan paling sering ditanyakan, seperti oleh teman saya si A yang saya ceritakan di atas. Di atas saya telah menjelaskan bahwa hipnosis adalah suatu proses yang dapat diukur secara saintifik, jadi tidak ada hubungan dengan black magic / sihir / jin / dll

Untuk sedikit membuka pandangan anda di persepsi salah ini, saya akan memberikan suatu link yang menunjukkan bahwa saat ini, hipnotis diakui sebagai salah satu alat bantu terapi yang sah oleh American Psychological Association:

Society of Psychological Hypnosis

Pertanyaannya, apakah asosiasi sekelas American Psychological Association akan mengijinkan ilmu hitam, sihir,    dll untuk dipakai sebagai alat bantu terapi yang sah? Jawab sendiri yah…

2. Orang yang menghipnosis anda bisa memerintahkan apapun juga, dan anda akan menurutinya

Ini kesalahan persepsi lain yang paling sering muncul, biasanya berkaitan dengan kesalahan persepsi di nomor 1. Jadi, seolah-olah orang yang dihipnosis pikirannya dikuasai, orang yang dihipnosis tidak berdaya menolak perintah, dll. Hal ini tidak benar. Coba anda pikir, jika persepsi ini benar, bukannya orang-orang yang bisa hipnosis mungkin sudah berada di pulau pribadinya masing-masing, sambil menikmati hidup?😀

Untuk bisa masuk dan diterima oleh pikiran bawah sadar, suatu ide haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di bawah sadar. Contohnya, seseorang yang dalam kondisi hipnosis tidak akan menerima sugesti kalau dia disugestikan untuk membunuh ibunya sendiri karena itu bertentangan dengan nilai-nilai yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Tapi kemudian mungkin anda berpikir, “loh tapi di televisi, saya lihat orang-orang disuruh macam-macam dan mempermalukan diri di depan umum, mereka ga bisa menolak”. Saya punya jawaban untuk argumen seperti ini.

Silahkan buka:

membongkar rahasi reality show di TV

Membongkar Rahasia Reality Show TV

Pada bagian HIPNOTIS. Memang tidak ada yang bisa membuktikan bahwa apa yang tertulis di forum itu benar, tetapi setidaknya jika ada yang mau beneran bertanya ke kru SCTV, saya yakin jawabannya sama. Walaupun hipnosis yang dilakukan adalah hipnosis yang sebenarnya, subyek yang dipilih adalah subyek yang ekstrovert. Bukankah di luaran sana banyak orang yang rela ‘mempermalukan diri’ demi untuk terkenal sesaat?

3.Tidak semua orang bisa dihipnosis, atau mungkin anda berpikir “pikiran saya terlalu kuat, tidak akan ada orang yang bisa menghiposis saya”

Benar bahwa orang-orang yang punya pemikiran seperti itu, tidak bisa dihipnosis, tetapi bukan karena pikirannya yang kuat, tetapi memang karena dia tidak mau. Ingat cerita di atas bahwa untuk bisa menerima sugesti, subyek harus siap/mau.

Kenyataannya, semua orang bisa dihipnosis jika memenuhi tiga syarat berikut: mau dibimbing masuk ke kondisi hipnosis, tidak ada rasa takut, dan sugesti yang diberikan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang tertanam di pikiran bawah sadarnya. Jika dua syarat pertama terpenuhi, seseorang akan dipastikan dengan mudah masuk ke kondisi hipnosis.

Jika seseorang telah bersedia dibimbing masuk ke kondisi hipnosis, satu-satunya yang menghalangi orang tersebut untuk masuk ke kondisi hipnosis adalah rasa takut. Rasa takut ini bisa berupa takut apapun, mulai dari rasa takut yang klasik seperti takut rahasianya terbongkar seperti yang dia tonton di televisi, atau mungkin takut berdosa karena berpikiran hipnosis adalah menggunakan black magic, atau mungkin takut dibuat pindah agama, sampai bentuk takut yang takut yang paradoks, takut tidak bisa masuk kondisi hipnosis.

4.Hipnosis sama dengan tidur atau menurunnya tingkat kesadaran

James Braid, yang dikenal sebagai “Bapak Hypnosis Modern” adalah orang pertama yang menjelaskan fenomena hypnosis dalam kerangka ilmu pengetahuan, dan mengembangkan berbagai cara yang terstruktur untuk membawa orang ke dalam kondisi hipnosis secara sengaja. Dilihat dari kondisi tubuh orang yang dalam kondisi hipnosis, Braid memperkenalkan kondisi ini dengan nama “neuro-hypnotism”, yang kemudian disingkat menjadi hypnotism, dan kemudian menjadi hypnosis. Hypnos sendiri adalah nama dewa tidur dalam mitologi Yunani, sehingga neuro-hipnotism dapat diartikan secara kasar sebagai “tidurnya sistem saraf”.

Setelah pengalamannya bertambah, Braid menyadari bahwa kondisi hipnosis tidak selalu diikuti dengan kondisi seperti mengantuk atau tidur, kemudian dia memperkenalkan istilah baru untuk kondisi ini, yaitu “monoideism” yang berarti kondisi di mana orang hanya terfokus pada satu ide. Namun istilah ini tidak dapat menggantikan istilah hypnosis yang telah terlanjur terkenal dan dipakai selama beberapa tahun.

Kondisi hipnosis tidak mengharuskan anda untuk tutup mata seperti orang tidur. Walaupun dalam kondisi tutup mata, dalam kondisi hipnosis, anda bisa mendengar semua yang terjadi disekitar anda, tetapi anda bisa memilih untuk fokus pada suara sang hipnotis. Tentu anda pernah mendengar cerita ada orang yang saking asyiknya nonton bola, tidak sadar akan bunyi telepon? Atau mungkin anda sendiri adalah orang seperti itu? Dalam kejadian tersebut, anda telah masuk kedalam kondisi hipnosis (ya, dalam keadaan buka mata!), dan ketika telepon berbunyi, sebenarnya anda mendengar, tetapi tidak menghiraukannya. Jika hal tersebut terjadi, coba rilekskan pikiran anda, dan ingat-ingat kembali, pasti anda akan ingat saat ketika anda mendengar bunyi telepon.

Kondisi ini adalah seperti anda mengendarai mobil pada hari hujan, anda menyalakan wiper, anda tahu ada wiper yang lalu lalang dihadapan anda, tetapi anda tetap memfokuskan pandangan anda ke jalan. Jadi sebenarnya kondisi hipnosis bukan kondisi di mana tingkat kesadaran menurun tapi malah kondisi di mana tingkat kesadaran naik, karena kita menjadi semakin fokus pada suatu hal.

Bayangkan jika kondisi ini dipakai untuk fokus jika sedang belajar, tentu menarik bukan? Apapun yang terjadi di sekitar anda, tidak akan mempengaruhi fokus belajar anda. Anda bisa memilih ingin fokus kepada hal yang mana.

5.Setelah keluar dari kondisi hipnosis, orang akan lupa dengan semua yang terjadi

Hal ini juga tidak benar. Anda akan lupa dengan apa yang terjadi jika (dan hanya jika) dalam kondisi hipnosis anda disugesti untuk melupakannya, kemudian anda saat itu menerima sugesti tersebut, serta sugesti tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di pikiran bawah sadar anda.

6.Hipnosis bertentangan dengan agama anda

Kesalahan persepsi ini sebenarnya berhubungan persepsi nomor 1, biasanya ditanamkan oleh pemuka agama yang tidak mengerti tentang hipnosis modern.

Bagi anda pemeluk agama Islam, coba baca artikel Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog di:

Hypnosis itu Haram!

Saya sendiri bukan pemeluk agama Islam, ada beberapa istilah yang tidak saya mengerti di sana, tetapi secara garis besar saya tahu itu bisa membuka pandangan anda. Mengenai makalah beliau “Hypnotherapy effect of ibadah”, anda bisa dapatkan dengan menulis komentar di sana, atau jika ingin langsung, saya menemukannya di:

Hypnotheraphy effect of ibadah

Bagi anda pemeluk agama Kristen Katolik, saya sendiri bukan penganut agama Katolik, tapi ada dua fakta sejarah yang bisa saya ceritakan kepada anda:

  1. Franz Anton Mesmer (1735-1815), seorang pakar hipnosis (waktu itu dikenal dengan nama animal magnetisme) yang telah memunculkan suatu istilah baru dalam bahasa inggris, yaitu mesmerize, adalah murid dari Maximillian Hell, seorang imam Jesuit juga
  2. Pada tahun 1956, Paus Pius XII menyetujui penggunaan hipnosis sebagai salah satu bentuk anestesi dalam proses melahirkan.

Semoga catatan ni dapat menambah wawasan anda-anda yang membacanya, dan tidak ada lagi berbagai keraguan tentang hipnosis sebagai suatu proses saintifik.

Catatan ini akan saya akhiri dengan kalimat dari mentor saya, Bapak Ariesandi Setyono, C.Ht., founder Akademi Hipnoterapi Indonesia, tempat saya menimba ilmu ini:

“Tidak ada orang yang tidak bisa dihipnosis. Semua orang bisa dihipnosis. Jika seseorang tidak bisa dihipnosis, maka ia tidak akan bisa belajar. Karena untuk belajar dan memasukkan informasi ke pikiran, semua orang siapapun itu tanpa terkecuali harus melalui proses hipnosis”

SALAM HIDUP LEBIH BAIK,

Jimmy K Santosa, CHt-AHI

sumber : Yendi , CHt -AHI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: