Terapi Hipnotis yang Aman Cepat dan Efektif

Seperti apa pikiran mempengaruhi tubuh? Dalam suatu seminar yang kami adakan , kami memasang foto jeruk nipis yang terbelah dua . Dan kami meminta para peserta seminar untuk membayangkan ada jeruk nipis yang dingin yang barusan diambil dari lemari es  dan kemudian jeruk nipis itu di potong dan kemudian kita peras biji nipis itu dan dimasukkan kedalam mulut.

Apa yang terjadi ? Banyak peserta seminar mengatakan “Kecut!” atau “Ih..masem banget”.  Dan kemudian kami tanya pada peserta, apakah jeruk nipisnya ada? Tidak ada bukan? Sama sekali tidak ada jeruk nipis betulan , tapi kenapa mereka bisa merasakan kecut dan asam dalam diri mereka? Itu adalah karena pikiran. Itu adalah contoh bagaimana pikiran mempengaruhi tubuh kita.

Misalnya juga ketika anda sedang melewati kuburan pada malam hari, ketika anda sedang melintas anda melihat di pepohonan ada sesuatu yang bergerak, dan tiba tiba anda terlintas dalam pikiran anda ada hantu atau ada kuntilanak. Maka dengan segera anda merasa bulu kuduk anda merinding, napas anda semakin cepat , tubuh terasa agak lemas dan anda merasakan degup jantung berdegup dengan cepat dan anda sedapat mungkin segera pergi dengan cepat dari area kuburan tersebut.  Padalah sebenarnya belum tentu apa yang bergerak yang dilihat adalah hantu atau kuntilanak, mungkin bisa saja ada dedaunan yang terkena angin kencang. Tapi karena pemikiran kita sudah ada hantu atau kuntilanak, maka yang terjadi adalah bulu kita berdiri atau kita merasa merinding dan jantung rasanya berdegup dengan  kencang. Itu adalah reaksi dari tubuh atas apa yang kita pikirkan.

Selain itu pikiran juga tidak mengenal waktu. Pikiran kita tidak bisa membedakan masa lalu dan masa sekarang, yang ada dalam pikiran kita adalah masa sekarang. Sehingga ketika kita membayangkan masa lalu kita yang sedih kita juga akan merasa sedih, karena bagi pikiran dianggapnya hal itu terjadi sekarang. Sama halnya ketika anda membayangkan masa lalu yang indah, maka anda juga merasakan perasaan senang. Hal ini terjadi karena pikiran tidak mengenal waktu masa lalu dan masa depan.

Maka sebenarnya yang perlu dikelola ketika kita mengalami stress adalah mengelola pikiran. Karena ketika kita tidak bisa mengelola pikiran maka tubuh akan berespons.  Coba anda bayangkan sebuah pasta gigi, anda menekannya dengan sangat keras tapi anda belum membuka tutupnya. Apa yang terjadi? Pasta gigi itu akan keluar melalui titik yang paling lemah yang ada pada dirinya , entah lewat bawah atau lewat samping, pasta gigi ini pasti akan keluar melalui titik yang paling lemah.

Sekarang bayangkan jika pasta giginya adalah anda.  Anda berada dalam tekanan  dan anda tidak membuka tutup anda, dan sebagaimana contoh diatas , yang terjadi adalah ketika anda menutup semua jalan, maka emosi ini akan tetap keluar melalui jalan terlemah yang ada pada diri anda.  Entah itu melalui kepala , sehingga timbul pusing di kepala anda. Atau juga keluar melalui sistem pencernaan anda yang mengakibatkan anda sering sakit perut atau bisa juga dengan anda menjadi susah tidur. Semakin anda tekan , hal ini akan mengakibatkan penyakit, depresi, kecemasan, ketakutan yang berlebihan dan lain lain.

Apa sebab yang menekan kita adalah karena pikiran pikiran yang kita buat sendiri . Seringkali kita memikirkan sesuatu yang justru membuat kita malah menjadi semakin down.  Cara kita merespon peristiwa, cara kita memaknai atau menyakini apa yang terjadi dibalik peristiwa itulah yang mempengaruhi kualitas hidup kita.

Pada dasarnya Tuhan adalah baik, namun seringkali pemaknaan akan peristiwa  dalam diri kita , yang membuat hidup kita tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Mari berubah! 1..2….3 ..Berubah!! 🙂

 

Jimmy K Santosa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: